Thursday, 30 January 2014

Lahir Kembali YEAYY!!

Semangaaat PAGI!!!! :)
Pagi yang cerah, secerah harapan kita untuk melesat mengejar Impian..
Tulisan ini merupakan tulisan yang fenomenal bagi blog saya ini hhe :D
Betapa tidak sudah sekian tahun lamanya saya baru mengupdate blog ini wkwkwk..
Lebih tepatnya 3 tahun lebih 5 bulan blog ini terkulai lemas tak berdaya.
Dengan semangat yang ada saya mencoba untuk mengumpulkan roh-roh di blog ini yang sudah tertidur lama, dan berharap siap bergentayangan lagi ke seluruh jagad cyber.
Menjadi salah satu sumber pencerahan, tempat untuk saling sharing, memperluas jaringan yang menurut kita menarik untuk diangkat.

Sesuai dengan tagline utama yang saya gunakan di Blog ini "It is my breath" harapan besar saya selama nafas saya masih berhembus, selama itu pula blog ini masih tetap ada..
Tidak bisa dipungkiri, dari lahirnya blog ini banyak kenangan-kenangan yang akan terus membekas..
Dari blog inilah saya mulai mengenal website, yang hingga saat ini Alhamdulillah sudah puluhan website saya bangun, mulai dari personal website, website sekolah, website perusahaan, hingga pemerintahan..
Dan Alhmdulillah sungguh tak terduga dari blog inilah saya juga menemukan Jaringan Bisnis yang Luar Biasa berkembang sampai sekarang...

Mulai mengenal seni fotografi, dan saat ini Alhamdulillah saya dipertemukan dengan dunia baru yaitu di Sinematografi.
Yang tak terkira Luar Biasanya, inilah salah satu impian besar saya yang dlu pernah saya impikan saat menginjak Sekolah Dasar.
Dulu saya pernah mengimpikan bisa terlibat dalam produksi Film.. kalau ngimpinya dulu bisa terlibat bareng di produksi Hollywood :D (Nggak papa mimpi yang tinggi bangett, biar kalo terjatuh masih diantara awan-awan.. kalo apesnya ya nyantol di tiang listrik, nggak papa masih tinggi dari pada jatuh ke tanah :D ).

Menemukan Mitra Bisnis yang besar juga merupakan sejarah dalam blog ini, karena dari blog ini pula saya mengenal keluarga PT. Duta Network Indonesia, yang menjadi Parner Bisnis saya. Yang saat ini Alhamdulillah sudah menghantarkan sebagian besar impian-impian saya.

Nantikan tulisan-tulisan berikutnya ya,  :)



Hammam Muzakki
Kadipiro, Solo
30 Januari 2014





Friday, 24 September 2010

Mendeteksi Jenis Font dengan Mudah


Sering kali desainer dipusingkan dengan "WaduH, Fontnya apa ya?". Karena jenis font hingga ratusan ribu adanya, masalah yang satu ini cukup menyita banyak waktu kalau sang desainer memilih satu demi satu jenis font yang ada. Kalau bahasa Jermannya 'Neritik'. Apalagi kalau sedang dikejar deadline, tingkahnya bakal semakin keranjingan pusing nggak kepayang. Nah, dengan adanya tool ini desainer sudah sedikit menghela nafas kegirangan, karena cukup dengan 3 kali klik saja jenis font tersebut sudah diketahui namanya.
CekidOt : on myfont
ini screenshutnya:
Selamat melanjutkan deadline... tapi, smile up dlu doNk
Semoga bermanfaat...

Saturday, 24 October 2009

Jaman Serba Susah

"cari uang Susah... makan susah... hidup serba susah..." hampir setiap hari kita mendengar keluhan itu di sekitar kita... Ya siH... kenyataan ini ada dihadapan kita, apalagi diperparah dengan harga-harga kebutuhan lain yang semakin melambung, belum lagi juga dengan adanya inflasi... Huft... Yang lebih parah lagi banyak pengangguran di mana-mana.

Tahun 2008, Indonesia menduduki peringkat pertama di Asia dalam jumlah pengangguran tertinggi...(). Banyak sumber memberi prediksi akan naiknya angka pengangguran di Indonesia pada tahun 2009 sekitar 9%. Angka pengangguran terbuka di Indonesia per Agustus 2008 mencapai 9,39 juta jiwa atau 8,39 persen dari total angkatan kerja. Angka pengangguran turun dibandingkan posisi Februari 2008 sebesar 9,43 juta jiwa(8,46 persen).

Menurut survei Badan Pusat Statistik terhadap tenaga kerja setiap Februari dan Agustus setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut diperoleh, pengangguran dengan gelar sarjana sekitar 12,59%. Jadi bisa dibayangkan berapa jumlahnya bila angka tersebut naik sekitar 9%.Dari data di atas, sudah sangat jelas Indonesia mempunyai permasalahan yang tidak ringan dalam mengatasi pengangguran, utamanya yang bergelar sarjana. Sudah kuliah bayar mahal, ujung-ujungnya menganggur juga. Bila tidak segera diatasi, angka ini bukannya semakin turun tapi akan melonjak naik. Apalagi bila mengingat tiap tahun ada dua gelombang wisuda di tiap Perguruan Tinggi (PT), maka tinggal mengalikan saja jumlah tersebut dengan jumlah PT diIndonesia.

Apa lagi sarjana yang sudah mendapat pekerjaan, nasibnya pun masih terancam juga dengan PHK mengingat keadaan perekonomian Indonesia yang masih belum bangkit dari keterpurukan. Krisis global yang menginduk kepada Kapitalisme berimbas juga pada semakin tingginya angka pengangguran.

Maka, kita semua membutuhkan solusi atas keadaan ini. Klo itu solusi finansial, berarti kita harus membuat sebuah usaha.
Mau usaha apa?
Itu hal pertama kali yang kita tanyakan. Kalau kita sedikit peka dengan lingkungan dan situasi sekitar, maka di sana banyak sekali potensi yang bisa dijadikan sarana usaha/bisnis. Misalkan saja, sampai saat ini siapa yang tidak membutuhkan pulsa? nah dari sana bisa diperoleh bahwa pulsa sekarang ini dan seterusnya (entah sampai kapan, mungkin sampai muncul teknologi baru lagi yang bisa menggeser pasar pulsa) pulsa pasti dicari setiap orang. Bener nggak? Apalagi kita lihat sekarang ini hampir seluruh lapisan masyarakat sudah dapat mengakses handphone dengan harga yang murah. Hampir disetiap sisi jalan banyak saya temui pedagang kaki lima dengan bangganya menenteng handphone kesana-sini. Pernah juga saya mendapati tukang becak yang sedang asyik bercakap-cakap dengan teman seperjuangannya (juga tukang becak) melalui handphone kesayangannya.. ...

Nah, dari ilustrasi di atas, kalau misalkan kita berbisnis pulsa, pasti lakunya kan? nah.. dari sana kita bisa mendapatkan penghasilan baru lagi. Ini hanya merupakan salah satu dari banyak contoh yang ada, sehingga kita bisa menggali lebih dalam potensi-potensi yang ada di sekitar kita mulai dari hal yang kecil.

Klo ngomong-ngomong soal bisnis pulsa tadi, kebetulan saya punya mitra kerja dengan salah satu perusahaan komunikasi yang berkantor pusat di Solo. Yakni PT Duta Manunggal Abadi, perusahaan ini sudah mempunyai ribuan mitra kerja yang tersebar di seluruh Indonesia. Yang mempunyai omzet yang terus meningkat.

Kalau kita bahas sedikit tentang pulsa tadi,memang sich... kalau kita jual pulsa untungnya sedikit-sedikit, tapi pasti lakunya...benar ya? Sama halnya kalau kita jual bensin, dia pasti lakunya tapi keuntungannya sedikit-sedikit. Nah, kalau misal kita tidak jual bensinnya tapi jual Pom Bensinnya? pasti keuntungannya jauh lebih besar ya? tentunya dong... Nah di sini kita juga bukan hanya jual pulsa tapi kita juga menjual keagenannya.. yang pastinya keuntungan yang akan kita peroleh jauh lebih besar kalau kita hanya jualan pulsa.....

Nah... kalau anda tertarik, anda juga bisa menjadi mitra kerja kami. Silahkan klik di sini untuk melanjutkan pembahasan ini.

Wednesday, 12 August 2009

Dari Kita untuk Indonesia - Lomba Menulis Artikel - Lomba Baca Puisi

Setelah sekian lama meramu konsep, Komunitas Ketik mulai menunjukkan aksinya
kembali. Setelah yang terakhir kemarin mengadakan LMC Ketik 2009 (Lomba Menulis Cerpen) yang bertajuk "Solo Kotaku, Jawa Budayaku" Ketik mulai tertantang kembali untuk mengibarkan Jurnalistik dan Kepenulisan di kalangan Pelajar, khususnya di Kota Solo.
Kali ini Ketik membuat ramuan yang cukup mujarab untuk mengibarkan Jurnalistik dan Kepenulisan di kalangan Pelajar. Setelah melalui serentetan perdebatan panjang di hampir setiap diskusinya.
Akhirnya Ketik menggelar : SCOMAGZ Award 2009 (Solo School Magazine), sejauh pengamatan kami ini merupakan ajang pertamakalinya di Indonesia, yakni sebuah penghargaan kepada Majalah Sekolah yang layak untuk mendapatkannya. Dengan melalui proses penilaian yang digawangi Tim Akreditasi Ketik yang sampai saat ini telah meninjau ke hampir seluruh SMP dan SMA di Surakarta yang memiliki majalah sekolah. Direncanakan bulan September nanti proses penilaian ini akan selesai.
Tidak hanya itu, Ketik juga menggelar lombaMenulis Artikel (untuk SMA) dan Baca Puisi (untuk SMP dan SMA) di Solo. Ajang ini akan memperebutkan Trophy Walikota Surakarta. Dan dengan bangga untuk pertamakalinya Ketik membuat official web pada ajang perlombaan ini. Dengan alamat www.scomagz.com. Selain sebagai sarana publikasi website ini diharapkan juga dapat menjaring peserta lebih dalam.
Oke, tunggu apalagi... Buat kamu yang tertarik langsung aja cek it out on www.scomagz.com.

Wednesday, 22 July 2009

Hutanku, Hutan Kita, Tapi Bukan Hutannya Mereka

Judul di atas terinspirasi dari brand gurubesar :D....
Sebuah ungkapan bahwa Inilah Hutan Kita, milik kita, dan jangan sampai terjamah oleh tangan-tangan Asing.
Mari Kita lirik sejenak data berikut :

Province Area (Ha)
2004 2005 2006 2007 2008 e)
Nanggroe AD 796 723 524 644 524 644 524 644 524 644
Sumatera Utara 404 600 294 843 437 393 328 803 328 803
Sumatera Barat 361 430 268 840 210 376 210 240 210 240
R i a u 2390 457 721 102 812 128 812 128 812 128
J a m b i 821 995 328 349 299 974 133 705 133 705
Sumatera Selatan 100 000 56 000 56 000 108 170 56 278
Bengkulu 0 23 000 23 000 23 000 23 000
Nusa Tenggara Barat 31 550 31 550 31 550 0 0
Kalimantan Barat 1125 756 1128 860 1163 890 1257 670 1257 670
Kalimantan Tengah 2825 221 4323 608 4569 645 4473 755 4400 147
Kalimantan Selatan 280 811 320 531 361 481 359 421 359 421
Kalimantan Timur 5162 452 6051 172 6734 227 6773 357 5763 850
Sulawesi Utara 105 500 60 800 60 800 60 800 60 800
Sulawesi Tengah 785 270 1006 095 992 245 992 245 977 178
Sulawesi Selatan 409 965 293 407 293 407 0 0
Sulawesi Tenggara 296 000 296 000 0 385 590 296 000
Gorontalo 348 200 185 570 185 570 185 570 185 570
Sulawesi Barat
293 407 293 407
M a l u k u 818 339 785 210 815 165 778 865 778 865
Maluku Utara 306 000 991 000 921 675 983 040 976 050
Papua Barat
4512 350 4350 470 4091 590 4091 590
Papua 4042 050 5512 253 5581 243 5495 043 4743 794
Indonesia 21412 319 27715 184 28424 883 28271 043 26273 140

Sumber : Statistik Perusahaan Hak Pengusahaan Hutan, BPS
Keterangan : e) = estimasi

Apa yang terlintas di benak kita?
Dari akumulasi data keseluruhan mencatat bahwa antara tahun 2005-2006 luas area hutan Indonesia mengalami perluasan yang cukup membawa hawa segar bagi lingkungan. Tapi mengapa, sejak menginjak pada tahun 2007 Indonesia mulai kehilangan sedikit demi sedikit area hutan yang menjadi sumber kehidupan makhluk yang di sekitarnya. Ini merupakan pertanyaan yang cukup menggetarkan jiwa kita sebagai Bangsa Indonesia yang mempunyai jati diri. Layakkah ini menjadi ungkapan balas budi kita kepada Negara ini???
24 hari lagi kita akan menyongsong 64 tahun Indonesia kita. Singkat ajalah.... mari kita tunjukkan ungkapan balas budi kita kepada Bangsa ini dengan layak. Dan hal ini akan mengembalikan jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa yang bermartabat.


Monday, 29 June 2009

cover + hard cover VCD MILAD MAN 1 Surakarta

Masih bingung dengan konsep. Yah... pokoke' apa aja yang lewat langsung templok sana templok sini.
Yah.. beginilah jadinya :

1.Cover CD + VCD Case

Description :
Name : 40th Milad MAN 1 Ska Cover
Type : design and print Cover DVD case, label cd
Client : MAN 1 Surakarta
Year : 2007
















Ups.. maaf gambar yang ke-2 lupa masih ketinggalan di hardisk satunya. Jadi tunggu yaaaa.... to be continued............

Dukung Pulau Komodo Jadi 7 Keajaiban Dunia Baru !!

Setelah kita kehilangan Candi Borobudur dari daftar 7 Keajaiban dunia. SEKARANG Dukung Pulau Komodo menjadi bagian dari 7 Keajaiban Dunia dengan kategori Forests, National Parks, Nature Reserves. Hingga tulisan ini ditulis, Pulau Komodo nongkrong di rangking 6. Pada urutan pertama diduduki oleh Sungai Amazone, disusul oleh Puerto Princesa Philipina,
El Yunque Nature Conservancy Park Puerto Rico, Sundarbans Forest India,
Bialowieza Forest Belarus/Poland. SEKARANG JuGA!! jangan biarkan posisi ini terus bertahan. Dukung Pulau Komodo dengan dengan cara vote di sini. Dan simak list rangking updatenya di sini.

Evaluasi bersama
Tetapi amat sangat disayangkan, Pulau Sipadan yang menjadi milik kita dulu masuk ke daftar kandidat 7 keajaiban dunia peringkat 5 kategori Island. 'Tapi Itu Dulu'. Sekarang keadaan sudah berbeda. Pulau tersebut sudah dimiliki Malaysia. Yapz... Semoga ini bisa menjadi evaluasi kita bersama sebagai warga Negara Indonesia agar lebih peduli terhadap lingkungan dan daerah sekitar, khususnya pihak Pemerintah. Utamanya daerah/wilayah yang mempunyai nilai plus di dalamnya. Yap.... tapi tetap. SEKARANG juGa! dukung Taman Nasional Komodo di Pulau Komodo milik kita untuk menjadi daftar 7 keajaiban dunia, kita patut bangga memiliki pulau tersebut.

Friday, 12 June 2009

Film "HOME" Gratis di Bioskop

Kemarin, dari milis 'penahijau' :
On 6/11/09, Aku Vegan dan Hijau <sos.pemanasanglobal@yahoo.com> wrote:
Peluncuran film "HOME"
Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada tanggal 5 Juni tahun ini akan menjadi yang pertama dimana sebuah film dirilis secara bersamaan di lebih dari 50 negara. Film ramah lingkungan, "Home", akan ditayangkan secara gratis di bioskop, televisi, DVD, bioskop, televisi, DVD, dan Internet. Direktur Yann Bertrand bekerja tanpa lelah selama 18 bulan untuk menyediakan film ini sebagai gambaran dari korban akibat aktivitas manusia terhadap Bumi.

HOME (Peluncuran):
Kita tahu bahwa solusinya adalah hari ini. Kita semua mempunyai kekuatan untuk berubah. Jadi, apa yang kita tunggu?

SUARA: Yann Bertrand baru-baru ini memenangkan Penghargaan Bumi dari Program Lingkungan Hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP). Ia berharap dapat menjangkau orang sebanyak-banyaknya di setiap sudut dunia untuk mengingatkan kewajiban
individu dan bersama kita untuk menjaga planet ini. Dalam harapannya yang tulus
untuk kelangsungan hidup umat manusia dan pengurusan yang baik terhadap planet ini, Yann Bertrand mengomentari industri daging.

Yann Bertrand Sutradara "Home"(M): Makan lebih sedikit daging sungguh satu cara untuk hidup lebih baik, untuk kurangi CO2 dan metana di atmosfer. Karena daging sungguh bertanggung jawab terhadap banyak pembabatan hutan dan saat ini makan daging memboroskan banyak energi. Selain itu, peternakan juga menjadi salah satu penghasil emisi gas rumah kaca yang terbesar, lebih dari transportasi, jadi itu harus disadari, karena metana adalah gas yang 20 kali lebih potensial sebagai gas rumah kaca CO2. Itu saja, Oleh karena itu, kurangilah makan daging; ini lebih baik untuk alam dan lingkungan.

Situs berbagi video YouTube berpartisipasi dalam debut "Home", film dokumenter produksi Prancis yang disiarkan bersamaan di 50 negara yang menunjukkan pandangan Bumi dari udara akibat dampak yang dilakukan manusia terhadap lingkungan.

Penonton peluncuran "Home" di Paris, Prancis (W): Ini dibuat dengan sangat bagus. Dibuat oleh seorang artis. Film yang sangat menarik.


www.SupremeMasterTV.com/Ina/Sos www.PemanasanGlobal.net
www.PerubahanIklim.net www.InfoVegetarian.net
www.GodsDirectContact.or.id www.LovingHut.co.id
Jadilah Vegetarian - Bertindaklah Hijau - Selamatkan Bumi

Thursday, 2 April 2009

18 Hari menuju UN 2009

Dgn sgla krndHN hati, Hammam dan mwkili slruh kwan2 psrta UN 2009 mnta maaf apabila da kslhn2 silam yg msh mmbkas d relung hti yg plng dlm...
18 hari lg saat2 yg kami nntikn slma 3thn d bngku MA/SMA..
Tnpa klpngan htì2 yg prnh luka oleh ulah tutur&tingkah kami, mstahil kmi akn mngrjkn ujian dg hti yg lpang pula.
Dan tnpa do&#39;any hsl yg kami cpai jg krng maks...
Mk kami minta dO&#39;a dan restuny utk mlksnkn UN 2009, Lulus dg Hsl yg mmuaskn...
Dan tak lpa do&#39;a utk sdara2 kita yg ad d Situgintung, smga tbh mghdpiny, dan dpt mmbri kita pljrn trhdp lngkngn ...
Amiin...

Monday, 2 March 2009

hiJAu laGI !!!

Wikipedia mencatat bahwa sejak seratus tahun terakhir ini bumi mulai meningkatkan suhu tubuhnya. Pada grafik terlihat kenaikan suhu bumi yang terus-menerus melonjak di setiap pergantian tahun. Terlebih mulai tahun 2000 sampai sekarang ini, menunjukkan kenaikan yang cukup tragis.
Membuka gudang kutipan arsip dari NASA yang kemarin, perkembangan lapisan ozon di kutub utara semakin miris di pertengahan tahun 2007.



Sejak itulah manusia penghuni bumi ini mulai menyadari keadaan tersebut. Tapi sangat disayangkan, mengapa mereka sadar ketika semuanya sudah berlangsung???.... **cucuran air mata ini tidak henti-hentinya mengalir…**
Upaya itu diawali dengan gerakan penanaman 1000 pohon di berbagai belahan masyarakat, yang juga turut mengibarkan kehijauan di berbagai belahan bumi. Baik dari pemerintahan, swasta, maupun LSM. Di berbagai media gerakan tersebut juga ikut dikumandangkan. Baik media cetak maupun elektronik. Tapi rasanya kampanye ini sudah semakin reda di dengar masyarakat pada akhir-akhir ini . Entah mereka sudah dianggap atau mungkin kalah riuhnya dengan kampanye pemilu yang bakal memeriahkan tahun 2009 ini…??? Maka dari itu, untuk mengusung gerakan hijau bumi saya menggunakan warna "hiJAu laGI!"™.
Di setiap sisi jalan kita sudah menemukan bukti kemeriahan pemilu 2009 yang dalam hitungan hari ke depan bakal di adakan. Warna bendera merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu, sampai membentuk pelangi ataupun hitam..(eh… hitam G’ ada ya…^^). Sudut-sudut jalan yang sudah dipenuhi dengan billboard, baliho, ataupun spanduk yang nan gueDE….
Upz…teringat Demit Gowang usungan pak Menteri kemarin, membuat imajinasiku ‘ngalor-ngidul’…
Dan beginilah jadinya….


lagi...


Jangan sampai riuh atribut menjelang pemilu menjadikan kampanye sedunia ini menjadi meredup. (episode 2) bersambung.......



bagian dari scene : Kompetisi Website Kompas MuDA - IM3

Saturday, 14 February 2009

Lomba Menulis Cerpen "Solo Kotaku, Jawa Budayaku"

Bagi kamoe-kamoe yang ngaku hobi nulis, segera goreskan khayalanmu di atas kertas.... 'N Let's Join !!!
1_557236235l.jpg

Info bs Hub. Nmr saya di atas, atau via YM : hmzaky_90

Thursday, 1 January 2009

"Parade Sastra untuk Palestina"

woro-woro...


Event penggalangan dana untuk saudara-saudara kita di Palestina.
UNTUK MISI KEMANUSIAAN DUNIA
Photobucket

info lengkap dan tiket bisa menghubungi saya via YM / sms di 08985255672

Saturday, 27 December 2008

Global Warming Bikin Dunia Banjir Pejantan


Global warming tidak hanya menyebabkan perubahan iklim, tetapi juga mengganggu interaksi seksual di kehidupan liar. Salah satu dampak yang mengkhawatirkan adalah terganggunya perkembangbiakan makhluk hidup karena kenaikan suhu cenderung melahirkan banyak pejantan daripada betina.

Pada kebanyakan hewan melata (reptil), jenis kelamin ditentukan seberapa suhu pengeraman telur setelah dibuahi hingga menetas. Jika suhunya di atas suhu rata-rata, biasa disebut pivotal temperature, hampir pasti akan tumbuh menjadi pejantan. Hal tersebut akan menimbulkan masalah jika tingkat kenaikan suhu melaju lebih cepat daripada kemampuan alam melakukan adaptasi. Jumlah betina akan jauh lebih kecil daripada pejantan.


Ancaman yang sama juga dihadapi kelompok ikan. Penelitian terbaru yang dilakukan Natalia Ospina-Alvarez dan Fransesc Piferrer dari Marine Science Institute di Barcelona, Spanyol, menemukan bahwa 6 genus ikan—dari 20 yang terindikasi—nyata-nyata memiliki jenis kelamin yang ditentukan suhu pengeraman atau biasa disebut TSD (temperature-dependent sex determination). Antara lain, genus Menidia dan Apistogramma.

Hasil penghitungan mereka menunjukkan bahwa kenaikan suhu air sebesar 4 derajat Celcius, yang diprediksi akan terjadi sepanjang abad ini akan menghasilkan rasio pejantan dan betina sebesar 3 berbanding 1. Rasio tersebut sangat berisiko untuk menjamin kelangsungan hidup ikan.

Pada manusia, kenaikan suhu global mungkin tak berpengaruh pada rasio jenis kelamin. Namun, dampaknya tetap mengancam kelangsungan hidupnya di muka Bumi./*

WAH
Sumber : LIVESCIENCE

Siap-siap, Tahun Baru 2009 Terlambat Satu Detik

Sabtu, 27 Desember 2008 | 14:45 WIB

LONDON, SABTU - Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, awal tahun baru 2009 akan terlambat satu detik. Sejumlah ilmuwan yang selama ini peduli terhadap standardisasi waktu di seluruh dunia telah sepakat menambah satu detik di akhir tahun 2008.

Penambahan ini untuk memastikan dunia tetap tepat waktu. Rotasi Bumi sebagai standar 24 jam masih digunakan dalam penentuan waktu di jam. Padahal, rotasi Bumi dari waktu ke waktu mengalami keterlambatan. Pencairan es di kutub, aktivitas inti Bumi, gelombang laut, dan efek gravitasi Matahari dan Bulan membuat poros rotasi berubah-ubah dan mengalami perlambatan 2 milidetik setiap hari.


Sementara standar waktu yang presisi kini digunakan berdasarkan waktu luruh atom cesium yang hanya terlambat satu detik dalam 200 juta tahun. Akibat perbedaan ini menyebabkan tampilan jam atom harus disesuaikan dengan jam berdasarkan rotasi Bumi.

Tambahan detik yang diatur lembaga standardisasi waktu dunia International Rotation and Reference Systems Service akan dilakukan secara resmi pada malam tahun baru di Greenwich, Inggris. Greenwich selama ini menjadi referensi jam di seluruh dunia dengan sebutan GMT (Greenwich Mean Time) atau Coordinated Universal Time (UTC).

Secara teknis, pada malam tahun baru akan ditambahkan hitungan 23.59.60 sebelum berubah menjadi 00.00.00 memasuki 1 Januari 2009. Sebanyak 200 jam atom yang tersebar di 50 laboratorium di seluruh dunia akan menyesuaikan dengan perubahan ini.

Detik tambahan yang sering disebut Leap Second ini bukan kali pertama dilakukan. Sejak standardisasi waktu dunia disepakati tahun 1972 telah dilakukan 24 kali.

Meski seolah tahun 2009 terlambat satu detik, sebenarnya justru maju beberapa milidetik. Sebab, saat ini jam atom terlambat 0,6 detik sehingga penambahan satu detik membuat waktu Bumi 0,4 detik lebih dulu. Maju atau mundur, perayaan tahun baru tetap saja yang paling ditunggu-tunggu.



Wednesday, 12 November 2008

Bersama KETIK

Baru hitungan bulan sich.....
Baru-baru ini Q menemukan sesosok pelita untuk remaja di negeri ini, khususnya di Kota Solo (yang sekarang ini punya wajah baru dengan SOLO "The Spirit of Java"). Baru berjalan sekitar satu jam yang lalu (sewaktu pertama kali ikut nimbrung), Q sudah mulai merasakan kesatuan yang utuh di dalamnya... KegoKilan itu sesekali muncul di antara beribu pemikiran 'handal' mereka. Itulah secuil gambaran yang ter-'Frame' berbentuk kliping yang mempunyai nama Komunitas KETIK. Berikut ini sejarahnya,

KETIK adalah kependekan dari Komunitas Penggema Jurnalistik Surakarta. Komunitas ini berdiri pada hari Ahad tanggal 17 Juni 2007 di Solo. KETIK berawal dari "obrolan tak sengaja" siswa MAPK dan SMA Al Islam 1 yang melahirkan gagasan untuk membentuk suatu komunitas jurnalis pelajar di kota Solo. Tindak lanjut dari gagasan itu adalah dengan mengundang lewat lisan teman-teman dari beberapa SMU di Solo yang interest dengan jurnalistik dalam suatu forum semi resmi. Hadir pada pertemuan tersebut 12 orang delegasi dari 5 sekolah (MAPK, SMA Al Islam 1, SMAN 2, SMAN 3 dan SMAN 7). Dimana pada akhirnya mereka sepakat untuk mendeklarasikan suatu komunitas jurnalis pelajar yang diberi nama KETIK.

UAN FORMALITAS BELAKA???

Pertanyaan tersebut mungkin terdengar sangat menggelitik, namun kini hal itulah yang sedang hangat diperbincangkan dalam dunia pendidikan. UAN memang dicanangkan pemerintah sebagai evaluasi belajar tahap akhir sekaligus sebagai penentu kelulusan bagi siswa yang mengikutinya. Segala jerih payah belajar selama-selama bertahun-tahun harus dipertaruhkan dalam UAN. Hasilnya tentu saja merupakan jawaban apakah siswa tersebut bersungguh-sungguh menuntut ilmu atau tidak.


Namun fakta berbicara lain, banyak siswa yang semasa sekolah tidak pernah menuntut ilmu dangan sungguh atau bahkan termasuk dalam jajaran anak-anak nakal bisa lulus UAN dengan nilai yang fantastis. Sedangkan siswa berprestasi gemilang yang selalu menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh justru ada yang gagal lulus UAN.

Selama ini pemerintah telah berusaha sebaik mungkin dalam menyelenggarakan UAN. Standar kelulusan terus dinaikan tiap tahunnya, kualitas soalpun terus ditingkatkan, begitu pula dengan sistem pelaksanaan yang semakin diperketat. Berbagai macam upaya telah diusahakan agar kualitas pendidikan Indonesia dapat setara dengan negara lain. pemerintah ingin mencetak lulusan yang berkulitas tinggi, baik dalam bidang ilmu sosial maupun sains.


Namun impian itu dirasa harus disimpan dalam-dalam karena terjadi begitu banyak kecurangan dalam pelaksanaan UAN. Mulai dari bocornya soal UAN, beredarnya kunci jawaban, hingga isu suap-menyuap terus saja mewarnai jalannya UAN setiap tahunnya. Bahkan kemarin ada juga beberapa kota yang mengijinkan sekolah-sekolah negeri untuk memberi kunci jawaban kepada para peserta UAN. Berbagai macam cara kotor terus ditempuh untuk meraih angka kelulusan setinggi-tingginya.


Ironis memang, ditengah gencar-gencarnya pemerintah menghapus budaya korupsi, dunia pendidikan justru membudayakannya kepada para penerus bangsa. Dapatkah kita bayangkan bagaimana nasib bangsa kita kelak jika dari bangku sekolah saja para generasi penerus bangsa sudah diajarkan untuk berpolitik uang. Asal punya uang nilai UAN tinggi dapat diraih dengan mudah. Bagi sebagian orang mungkin sebuah kata lulus jauh lebih penting dari pada seberapa banyak ilmu yang ditimba. tidak perlu sekolah dengan sungguh-sungguh, tidak perlu belajar giat toh bisa mendapat ijasah juga.


UAN seakan tidak ada artinya lagi. UAN bukanlah lagi penentu apakah siswa tersebut pantas lulus atau tidak. Semua fakta itu telah memberi jawaban pada kita apakah UAN merupakan evaluasi belajar tahap akhir atau sekedar formalitas untuk mendapat ijasah.


bley_wah

DI BAWAH BELENGGU KURIKULUM

Kurikulum pendidikan Indonesia rupanya terus ditakdirkan berada dalam dunia yang berbeda. Dunia ideal untuk memperbaiki mutu pendidikan dan tataran praksis yang justru menghasilkan kenyataan sebaliknya. Dari sudut pandang pemerintah, kurikulum sering dianggap seperti ‘mantra baru’, sementara publik justru menganggapnya sebagai petaka baru. Kurikulum sering dinilai tidak hanya menjadi momok, tetapi juga mengganggu dunia pendidikan. Pendidikan kita seperti disandera oleh sistem kurikulum yang tak kunjung menghasilkan apa yang ada dalam cita-cita ideal pendidikan di Indonesia. Seperti juga sekarang telah muncul Kurikulum 2006 atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Ia merupakan penyempurnaan dari Kurikulum 2004. Kurikulum yang sesungguhnya belum sepenuhnya dilaksanakan. Bahkan, di beberapa sekolah masih bertahan dengan kurikulum 1994.

Seperti yang sudah-sudah, munculnya kurikulum baru itu juga menghadirkan kontroversi. Ada yang optimistis dan juga sebaliknya. Yang optimistis berkeyakinan KTSP akan mampu mengatasi mandulnya kreativitas guru karena kurikulum itu dibuat oleh sekolah, oleh para guru. Sekolahlah sebagai penentu pendidikan, bukan pemerintah pusat. Kini sekolah dan komite sekolah harus bermitra mengembangkan kurikulum sendiri. Guru, dalam kurikulum baru itu, benar-benar digerakkan agar menjadi manusia profesional. Ia dipaksa untuk meninggalkan cara-cara konservatif dan menggantinya dengan cara kerja yang kreatif. Selama ini para guru lebih banyak menampakkan wajahnya sebagai perpanjangan wajah birokrasi. Ia terlampau patuh pada apa yang disebut petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan.

Sementara itu, yang pesimistis mengolok-olok KTSP sebagai (K)urikulum (T)idak (S)iap (P)akai karena lahir terlalu prematur. Sumber kelemahannya bukan berada di mana-mana, melainkan ada pada guru sendiri. Seberapa banyak guru yang kreatif dan siap dalam spirit perubahan zaman yang disyaratkan KTSP? Bukankah pendidikan keguruan di negeri ini tidak membekali guru sebagai penyusun kurikulum?

Selain persoalan guru, prasyarat lain seperti gedung dan komitmen pemerintah juga akan menjadi kendala yang serius. Kita khawatir kurikulum baru itu pun akan sama nasibnya dengan kurikulum-kurikulum lainnya. (Sekadar catatan kurikulum yang pernah berlaku: Kurikulum 1968, Kurikulum 1975, Kurikulum 1984, Kurikulum 1994, kurikulum 2004). Ironisnya lagi, meski KTSP benar-benar memberikan otonomi kepada sekolah untuk mengembangkan pendidikan, ujung dari seluruh proses itu juga harus lewat ujian negara. Ujian negara akan membuat guru sibuk bagaimana agar seluruh siswa lulus,pada akhirnya lupa mengembangkan kreatifitas di sekolah.

Kita khawatir niat suci pemerintah untuk memberikan otonomi seluas-luasnya kepada sekolah dan guru, justru menjadi belenggu. Sebab, pemerintah sendiri belum menyiapkan guru-guru untuk menyusun dan melaksanakan kurikulum berbasis sekolah tersebut. Kita khawatir KTSP tidak menjadi jawaban yang tepat atas carut marutnya pendidikan Indonesia.

faisal

SAMA RATA

Banyak hal yang sering terlupakan sebagai suatu bangsa yang majemuk. Dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika semua warga dari Sabang sampai Merauke semestinya berhak mendapat perlakuan yang sama, mendapatkan fasilitas yang sama dan sama-sama berhak untuk maju dan berkembang. Tapi yang sekarang ini menjadi pertanyaan adalah apakah sekarang ini pemerintah sudah memberikan fasilitas ataupun sarana prasarana yang dapat menunjang peningkatan taraf hidup terutama pendidikan.
Realita yang kita lihat sekarang ini adalah pemerintah hanya memperhatikan wilayah-wilayah yang ada di depan mata saja. Di kota-kota besar seperti Jakarta banyak sekali sekolah-sekolah yang memiliki fasilitas memadai bahkan yang bertaraf internasional, akan tetapi semua itu memerlukan biaya yang menguras kantong. Kita mengetahui bahwa tidak semua warga yang tinggal di Jakarta berpenghasilan tinggi. Di sana sering kita jumpai anak-anak yang seharusnya menikmati betapa menyenangkannya belajar di sekolah tapi mereka justru meminta-minta di sepanjang lampu merah. Mereka yang seharusnya duduk manis di bangku sekolah akhirnya harus bekerja untuk mendapatkan sesuap nasi, untuk makan saja susah apalagi untuk membayar sekolah.

Gambaran singkat diatas hanya sebagian kecil dari fenomena yang terjadi di Indonesia. Jika mencoba meninjau lebih jauh lagi ke daerah-daerah yang ada di wilayah-wilayah terpencil seperti pedalaman Papua, Sumatera, atupun Kalimantan sedikit sekali sekolah yang berdiri. Diperparah lagi dengan kurangnya tenaga pengajar. Jarang sekali tenaga pengajar yang mau ditugaskan di daerah-daerah terpencil. Karena apa? Salah satu alasannya adalah karena fasilitas yang diberikan oleh pemerintah sangat kurang. Padahal sering kita jumpai di media cetak ataupun elektronik bahwa pemerintah menaikkan anggaran untuk pendidikan. Tapi mana buktinya? Inilah pertanyaan yang jawabanya hanya bisa dijawab oleh mereka-mereka yang bertanggung jawab atas masalah ini.

Prinsip sama rata dalam memberikan perhatian bagi seluruh wilayah di Indonesia musti diterapkan. Prioritas memang penting. Namun, bukankah potensi-potensi itu bisa muncul di mana pun? Tinggal seberapa jeli kita menggali. Menyikapi ini semua, kita sebagai generasi muda penerus bangsa hanya bisa mendoakan dan berharap agar para pemimpin kita segera melakukan perubahan-perubahan berarti bagi negeri ini.

fatimah az zahra

LULUS/ TIDAK LULUS

Pagi itu, tepat sepuluh hari setelah pengumuman kelulusan. Kubaca kembali deretan angka hasil ujian nasionalku kemarin. Awalnya, aku tak peduli dengan nilaiku yang pas-pasan. Tak banyak gunanya, pikirku. Namun, ketika kulihat beribu-ribu siswa yang tidak lulus ujian, barulah aku berpikir. Bagi mereka, nilai 0, 01 sangatlah penting. Tak bisa kubayangkan, bagaimana hancurnya hati mereka saat mengetahui nilai mereka tidak memenuhi standar kelulusan. Yah, itulah peristiwa yang selalu menjadi momok dalam dunia pendidikan Indonesia.

Walhasil, hanya sedikit perguruan tinggi yang mau menerima mereka yang tidak lulus, jika tidak mau dikatakan nihil. Itu pun harus main sogok sana sini. Seolah tak ada yang peduli dengan tingginya cita-cita mereka. Padahal, beberapa dari temanku yang tidak lulus adalah orang-orang yang sangat gigih dalam belajar. Berjuta-juta biaya yang telah dikeluarkan seakan sia-sia. Usaha maksimal mereka seperti gerimis di tengah padang pasir. Perjuangan selama 3 tahun menyerah pada angka 4, 25!
Memang tak ada yang bisa disalahkan. Semua yang telah ditetapkan pasti berdasarkan pertimbangan. Tapi, adakah pihak yang benar-benar mau menjamin kelanjutan pendidikan mereka? Tidak adakah cara lain untuk mengukur ‘kecerdasan’ seorang siswa selain dengan UAN? Masihkah juga UAN layak dipertahankan untuk tahun-tahun ke depan jika kasus kecurangan dalam penyelenggaraannya tak terhitung lagi jumlahnya? Mulai dari jual beli soal, contekan via SMS sampai katrol mengkatrol nilai. Bertanyalah pada rumput yang bergoyang!

Di lain waktu. Aku merenung, memikirkan fasilitas yang selama ini diberikan sekolah kepada siswanya. Sudah maksimal kah?? Perpustakaan misalnya, baru sedikit sekolah yang mampu memberikan buku bacaan lengkap sesuai kebutuhan siswa. Laborat-laborat pun hanya dimiliki segelintir sekolah saja. Entah karena minimnya anggaran, besarnya pengeluaran untuk hal lain, atau jangan-jangan… Ah, hanya pengelola sekolah saja yang tahu.

Namun, kita tak boleh menyerah pada keadaan, kita harus tetap berusaha. Lihat saja orang-orang sukses dan berhasil di kehidupannya. Tak sedikit dari mereka yang mengalami kegagalan berkali-kali. Namun, pada akhirnya mereka dapat menuai sukses. Karena ternyata, kegigihan dapat mengalahkan aral yang merintangi. Keinginan yang kuat mampu mengubah segalanya. Jangan takut gagal, jangan takut mencoba. Belajar dari kegagalan, belajar untuk maju!!

Fe_aM